PELABUHAN PONTIANAK

Sejak Singapura menjadi pelabuhan bebas internasional pada 1819, Pelabuhan Pontianak menjadi poros terdepan Hindia Belanda dalam mengakomodasi perdagangan luar negeri.

Pada 1834, status Pontianak dan Sambas berkembang menjadi pelabuhan bebas. Berada di tepi Sungai Kapuas, yang menghubungkan area seluas 146,8 ribu km di Kalimantan Barat,  Pelabuhan Pontianak menjadi urat nadi perekonomian wilayah Pontianak, Sintete, Sambas, Sintang, Sanggau, Kapuas, Hulu, Telok Air, Ketapang, dan Singkawang, tempat puluhan perusahaan dari berbagai bidang industri beroperasi. Berdasarkan sektor usaha, kontribusi terbesar terhadap PDRB Kalimantan Barat berasal dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, diikuti oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan. Berbekal sederet fasilitas modern, Pelabuhan Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang memiliki terminal petikemas dan melayani kegiatan bongkar muat kapal petikemas secara optimal