PELABUHAN LHOKSEUMAWE

Dikenal juga sebagai Pelabuhan Krueng Geukueh, pelabuhan di Kota Lhokseumawe ini memiliki dermaga sepanjang 268 m dengan kedalaman 10 meter. Kedudukan pelabuhan ini sebagai pelabuhan pengumpan atau feeder port kepada Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara.

Dalam sejarah, Pelabuhan Lhokseumawe sudah berdiri sejak abad ke-7, bersamaan dengan masuknya Islam ke Sumatra. Di masa lalu, pelabuhan ini diperhitungkan dalam perdagangan di kawasan Selat Malaka. Kini, fungsi bisnis pelabuhan ini lebih ke aktivitas bongkar muat curah cair dan curah kering, dengan komoditas semen curah dan crude palm oil (CPO). Kegiatan bisnis yang lain adalah bongkar muat general kargo, petikemas, curah cair, curah kering, dan komoditas aspal cair. Ada juga layanan pemanduan untuk kapal gas di Terminal Khusus milik PT Perta Arum Gas, dan layanan pemanduan di Terminal untuk kepentingan sendiri TUKS) milik PT Pupuk Iskandar Muda.