Properti & Pariwisata

Pelindo III melayani kegiatan sandar kapal cruise di Pelabuhan yang memiliki destinasi wisata internasional. Selain fasilitas pelabuhan, saat ini Pelindo III sedang mengembangkan kawasan wisata marina, kawasan industri dan perkantoran untuk menunjang aktivitas bisnis.

Properti & Pariwisata

Terminal Benoa yang ada di Pulau Bali dan Terminal Gilimas di Pulau Lombok merupakan area pengembangan pelabuhan wisata di Pelindo III untuk meningkatkan kunjungan wisata di Indonesia. PT PPI merupakan lini usaha Pelindo III yang bergerak di bidang infrastruktur sebagai pengembang bisnis properti. PT PPI bervisi untuk menjadi “A Leading Maritime Property Developer”. Sejak berdiri pada tanggal 31 Desember 2014, PT PPI mengembangkan potensi bisnis properti terutama pada daerah yang belum tereksplorasi, meski memiliki potensi wisata maritim yang prospektif. Bisnis properti utamanya meliputi pembangunan fasilitas untuk kapal yacht yang mempermudah rute pelayaran yacht internasional ke Indonesia, kemudian kompleks hunian seperti hotel, resort, dan apartemen, termasuk properti komersial seperti pusat perbelanjaan dan restoran. Dengan optimalisasi investasi properti di kawasan pelabuhan, PT PPI telah mengubah wajah pelabuhan di Indonesia menjadi kawasan wisata bertaraf internasional yang eksklusif dan eksotis, sehingga menarik minat wisatawan baik dalam negeri maupun asing untuk berkunjung. Selain itu, PT PPI juga fokus pada pembangunan kantor terpadu, integrated port, dan container freight yard (CFY).

Dalam lingkup kawasan industri, Pelindo III melalui JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) mengembangkan zona industri dan zona perumahan yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan. Memiliki total area 3.000 Ha di Gresik, JIIPE merupakan kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Pembangunan JIIPE sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 yang mengatur semua kegiatan usaha masuk kawasan industri. Pengembangan kawasan industri di Indonesia kedepannya diarahkan terintegrasi. Langkah tersebut juga diyakini akan menciptakan efisiensi  serta berbagai macam manfaat melalui konsep terintegrasi dari hulu ke hilir, serta didukung fasilitas dan jaringan infrastruktur, utilitas, sarana dan prasarana lainnya, untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing.